16 September 2020 merupakan hari kedua kami mengikuti Kuliah Umum Pembatik Level 4. Pada kesempatan ini kami mendapatkan ilmu serta keterampilan baru terkait dengan, "Kiat Menyusun Penulisan yang Menarik" bersama mbak Asma Nadia. Saya sangat senang sekali mendapat peluang emas ini. Sejak dulu saya mengagumi hasil karyanya dan ingin sekali dapat bertemu dengan beliau. Karya-karya fiksi dan non-fiksinya sudah sangat melegenda diseantero negeri ini. Bahkan, beberapa diantaranya telah diangkat ke layar kaca. Masyaallah, akhirnya saya dapat berjumpa dengan beliau secara daring melalui aplikasi Zoom. Saya menanyakan beberapa pertanyaan kepada beliau melalui menti.com, namun belum nasib saya untuk mendapatkan kesempatan tersebut, bisa jadi karena pihak panitia memilih pertanyaan yang bagus dan mampu mengakomodir semua tanda tanya peserta, atau mungkin pertanyaan saya masih belum berbobot. 😊 Tapi semua itu tak mengapa, karena penjelasan beliau terkait menulis, telah menstimulus saya untuk segera memposting beberapa tulisan yang saya miliki untuk meninggalkan jejak-jejak sejarah di blog saya ini. Ciee...
Memiliki blog sudah sangat lama bagi saya, seingat saya, terdapat 3 blog. Tapi saya lupa semua, karena jarang terjamah. Alhamdulillah, berkat PembaTIK ini, saya akan lebih fokus lagi dalam meningkatkan kompetensi saya dalam menulis. Gerakan Literasi harus terus dihidupkan, bahkan dalam Islam itu sendiri, kata Iqra' (Bacalah) merupakan pondasi dasar untuk menjadi seorang mukmin yang berpengetahuan. Segalanya butuh ilmu dan keterampilan, semuanya tidak mungkin instan bukan? Kita semua perlu berproses, melalui berbagai pengalaman yang akan melatih kita untuk melejitkan potensi yang kiat miliki, bahkan potensi yang tak pernah kita sadari sekalipun selama ini ternyata kita miliki. Amazing bukan ? Hehe...
Saya juga mengucapkan terimakasih banyak kepada sahabat saya, DRB Aceh, Irayuni Sari, yang selama ini memotivasi saya untuk terus menulis. Thank a million.
Berpijak dari pemaparan yang telah mbak Asma utarakan, terdapat poin penting yang harus kita perhatikan, yaitu bagaimana bakat seseorang hanya berperan sebanyak 5 %, demikian juga dengan keberuntungan, hanya 5 % saja. Namun yang harus dipahami adalah kerja keras kita yang mencapai 90 % lah yang menjadikan kita sukses dalam melakukan suatu hal. Saya menyakini bahwa, ketika passion kita kuat akan sesuatu, maka Insyaallah kita akan dapat meraih apa yang kita cita-citakan. Bisa jadi perolehan itu tidak akan mencapai batas maksimal, tapi dengan segala kekuatan yang kita optimalkan, maka kita akan merasakan perolehan yang kita dapatkan itu adalah wujud dari maksimalnya usaha, maka rasa menyukuri akan menjadi penyempurna capaian tersebut.
Bagaimana menulis akan menjadi sesuatu menyenangkan ? Bagaimana kita tahu bahwa kita memiliki potensi dalam menulis ? Saya sangat terkesan dengan strategi yang diberikan oleh DRB Aceh 2018 Bapak Qusthalani di WAG ( WhatsApp Grup ) kami, beliau memotivasi kami dengan dengan penyataan bahwa, cara paling mudah menulis adalah :
1. tanpa memikirkan takut gak bagus alias tak enak dibaca orang
2. Menulis sesuatu yang ada disekitar kita
3. Menulis apapun yang ada dipikiran kita
4. Menulislah dengan hal hal sederhana
5. Menulis pengalaman
Berbicara saja bisa, menulis InsyaAllah pasti bisa. 😀
Pernyataan tersebut telah mampu menyulutkan kobaran semangat kami semua tentunya untuk mewarnai blog kami dengan semangat 45 hari itu juga. Hehe..
Mbak Asma Nadia juga menyinggung bagaimana awalnya menulis itu, bisa jadi dikarenakan bukan karena adanya ide yang bagus, namun juga adanya keresahan dari sesuatu yang ada di sekeliling kita yang ingin kita utarakan, kita narasaikan agar setiap orang jadi tahu terhadap sesuatu. Hal lainnya yang harus dipahami, bahwa menulis itu sebagai sebuah kebutuhan, bukan sekedar kesempatan diwaktu luang saja. Menurut beliau, dalam menulis tidak adanya diskriminasi, kita bebas menulis apa saja dengan tetap memperhatikan etika dalam mengungkapkan sesuatu, menulis adalah pekerjaan yang fleksibel, tidak terikat oleh ruang dan waktu, kapanpun kita mau melakukannya, dimanapun dan dengan cara apapun, silakan menulislah. Menjadi penulis adalah pekerjaan yang mendeskripsikan kita ingin dikenang sebagai penulis yang seperti apa. Maka semakin banyak kebaikan dan kebermanfaatan yang kita tebarkan melalui karya kita, maka seperti itulah kita akan diingat oleh publik. Maka, marilah kita mulai menulis detik ini juga. Melahirkan karya yang berguna untuk generasi mendatang. Pantang mundur, terus asah diri dengan beragam latihan. Mari kita tanamkan budaya menulis untuk anak cucu bangsa ini. Belum terlambat bukan ? Kura-kura jalannya perlahan-lahan, tetapi dia tidak berjalan mundur, bukan ? 😊
Bagaimana Kunci agar tulisan kita menarik tentunya tidak boleh terlepas dari hal berikut ini :
- Ide yang up to date serta dekat/familiar dengan pembaca)
- Teknik penyajian yang meliputi judul/gerbang sebuah cerita, memiliki konflik yang kuat, setting yang bermakna/terkesan hidup, figur tokoh yang menarik, bentuk cerita, ending yang berkesan, gagasan/isi yang menarik, segmentasi yang jelas, pemilihan waktu dan promo yang tepat serta sosialisasi di media sosial melalui berbagai platform digital.



Luar biasa pak
BalasHapusSemangat terus 💪
Saya ibu loh, bukan bapak
Hapus