"Kamu, Dia dan Merdeka"

 "Kamu, Dia dan Merdeka"

Gubuk reot itu membisu
Saat desingan peluru hilir mudik disekitar
Tetap diam kawan, pintanya padamu
Tak peduli seperti apa rasa bumi diluar sana
Lehernya masih menekuk, merunduk pasrah dalam dekapNya
Dilihat engkau senantiasa gerakkan bibir
Jelas terbaca ayat suciNya dari sana
Kawan, darah segar terasa lembut menuju kearah lengan kokohmu
Dari sudut jantungnya, tempat timah panas itu bersarang
Sesaat setelah ijab kabul kau dan dia
Kau masih menahannya kawan
Telapak tangan itu terasa membekas
Kawan, dia mulai merasakan sakit yang sangat
Sepertinya engkau akan kalah
Tapi kau membisikkan kembali pintanya tadi
Dia menatapmu lekat kawan
Seakan itu adalah hari dimana perjuangan kau dan dia akan berakhir
Isyarat matamu menenangkannya
Seakan berkata,
Allah akan selalu bersama kita
Dan perjuangan belum berakhir
Bertahanlah sebentar lagi
Para serdadu itu telah jauh menghilang
Mereka telah menjajah segala kerinduan pada kata merdeka
Kawan, terimakasih atas timah panas yang akhirnya kau taklukkan disudut jantungku, bisiknya padamu
Terimakasih kepada gubuk reot persembunyian yang terus membisu
Terimakasih serta Syukur kepada sang Khaliq
Sang Maha Kuasa
Kawan, kita telah merdeka
Setelah perjuangan panjang
Hari-hari yang melelahkan
Rasa yang terjajah disetiap ruang dan waktu
Seakan bicara rasa sepertinya hanya mimpi
Dia mengagumimu sungguh
Katanya,
Kawan, terimakasih atas rasa syukur yang kau ajarkan
Terimakasih atas timah panas itu
Ia masih bersamanya,
Katamu, simpanlah sebagai kenangan
Kamu tau kawan, dia telah menjadi liontin
Mungkin dia terlalu berlebihan
Tapi sudahlah
Dia senang
Merdeka Putri yang menjaganya kini
Kawan, engkau pejuang sejati
Meski engkau tak sempat saksikan bagaimana bendera impianmu berkibar dibawah langitNya kini
Kawan, dia rindu...
Selalu, ayat-ayat suci yang kau cintai itu
Di tadabburi setiap rindu yang sangat
Ar Rahmaan...
Kawan, malam ini dia rindu
Tepat di 74 tahun kata merdeka bebas dia teriakkan
Rindu yang sama
Rasa yang sama
Kembali setiap tidur diletakkannya telapak tangan yang menua itu
Tepat disudut jantungnya
Menyatu dengan telapak tangan mudamu yang membekas itu
"Love for our soldier"
17082019
(Ba'da Magrib, dibalut rindu yang sangat untuk semua generasi bangsa, adakah kita masih mundur menjadi pejuang? Allaaahu Akbar !)

Komentar