"Malam belum begitu larut"
malam belum begitu larut saat goresan tinta ini terukir
saat malam 'tlah berada di sepertiganya
kuyakin surat cinta ini kan menggema indah diseluruh alamMu
Yaa Rabbi...sungguh hamba 'tlah menzhalimi diri
dengan segala keretakan jiwa yang rapuh
Yaa Waduud...sungguh tak pantas segala kerinduan kutujukan kepada selainMu
kepada selain kekasihMu
sungguh, Yaa Majiid
Yaa Mujiib
jika rahasia membutuhkan kata-kata
maka seperti itu hamba ingin keridhaanMu
maka seperti itu hamba ingin syafaat sang kekasihMu
segala kata-kata akan terus menghiasi do'a-do'a kami Yaa 'Aliim
segala kata-kata akan terus menggemakan asmaMu Yaa Samii'
malam belum begitu larut saat hamba menyadari segala kerinduan kepada selainMu
ia 'tlah melelahkan rangkaian kata disetiap nafas kehidupan
ia 'tlah menjenuhkan pikiran terhadap segala sifat dan sikap
ia 'tlah menuntun pada rasa jemu yang berhasil hamba muntahkan
malam belum begitu larut saat hamba mengadu padaMu
Yaa Khabiir...satukan hati ini dengan cahaya mereka yang selalu mencintaiMu
dan mencintaiku karenaMu
menuntun abadikan rindu atas syari'atMu
sempurnakan segala sunnah al-AminMu
Yaa Rahmaan...
jangan biarkan dia meredup
meski terkadang sepoian angin mengusik nyalanya
abadikanlah segala kasih dan sayang kami
(Jum'at, 6-9-2019)
Komentar
Posting Komentar