Assalammu'alaikum warahmatullah
Salam Sejahtera
Menindaklanjuti amanah sebagai SRB Aceh 2020, maka sudah semestinya saya memposisikan diri semaksimal mungkin sebagai penyambung informasi yang terkait dengan dunia pendidikan kepada khalayak ramai. Maka dengan penuh semangat, saya dan rekan SRB Aceh 2020 lainnya, yaitu Ibu Nur Amna yang merupakan guru dari SMKN 8 Lhokseumawe melakukan kolaborasi dalam rangka mensosialisasikan Rumah Belajar serta pemanfaatannya di SMKN 5 Lhokseumawe. Tempat dimana saya mengemban tugas sebagai salah satu guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris di sana.
Maka, dengan spirit yang terus dipupuk, saya mencoba mengorganisir agenda yang akan kami lakukan. Mulai dari mencoba membuat flyer, spanduk, banner, serta pin Rumbel yang secara pribadi akan saya bagikan kepada para guru di hari itu. Tak ketinggalan souvenir berupa stiker dari Pusdatin Kemendikbud. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) guna memutus mata rantai Virus Corona.
Kehadiran para peserta tidak bisa kita paksakan dalam jumlah yang besar, mengingat kondisi wilayah yang saat ini sangat tidak menentu akibat imbas dari Pandemi Covid-19 ini. Tetapi, kami mengucapkan ribuan terimakasih atas atensi para sahabat guru yang telah bersedia meluangkan waktunya serta terus berpastisipasi dalam mengembangkan kompetensi profesionalnya di tengah kondisi negara saat ini. Tentunya, semua itu dilakukan karena bukti cinta terhadap tugas serta tanggungjawab yang diemban.
Kehadiran Ibu Kepala Sekolah SMKN 5 Lhokseumawe, Ibu Nuradinen, S.Pd., M.Pd untuk opening remark kegiatan tersebut, semakin menambah vitamin bagi jiwa saya. Begitu juga kedatangan tamu terhormat kami, yaitu Ibu Duta Rumah Belajar ( DRB) 2020, Irayuni Sari, S.Pd, semakin memperkaya nutrisi pengetahuan kami semua seputar pengalaman beliau, semangatnya serta dukungan yang luar biasa untuk kami semua agar tetap menjadi pendidik yang selalu mengambil kesempatan atas setiap momen yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat. Terimakasih kami ucapkan.
Demikian juga, ucapan terimakasih saya kepada sahabat saya, Ibu Mahyuni Selian, S.S yang bertindak sebagai Moderator pada kegiatan ini. Pak Nasruddin, S.T., M.SM yang telah berkenan dalam membimbing kami semua dalam berdo'a agar segala kelancaran dan kemudahan senantiasa untuk kami para SRB Aceh 2020 dan juga para guru dalam mengemban tugas mulia ini, mendidik generasi bangsa. Begitu juga untuk Ibu Dwi Agustina, S.Si sebagai ketua Tim sukses saya beserta timnya, sehingga terlaksananya agenda ini.
Kegiatan ini meliputi agenda Berbagi. Dimana Ibu Amna mendeskripsikan terkait apa sih PembaTIK itu dan apa saja yang tercakup di dalamnya. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa PembaTIK SimpaTIK merupakan salah satu tahapan untuk pemilihan Duta Rumah Belajar. Namun demikian, menjadi Sahabat Rumah Belajar (SRB), merupakan tiket yang berpeluang besar untuk mendapatkan bonus tersebut. Dalam mendapatkan posisi sebagai SRB, setiap guru yang telah mendaftar di Akun SimpaTIK, mesti mengikuti beragam tahapan serta harus melalui proses kelulusan di setiap levelnya. Level 1 berupa Literasi TIK, Level 2 Implementasi TIK, Level 3 Kreasi TIK dan Level 4 Berbagi TIK. Setiap level disuguhi beberapa modul yang harus dipelajari serta mengerjakan beberapa pertanyaan yang terkait dengannya. Sampai pada setiap akhir level, kita akan mengikuti Ujian yang tentunya akan berlangsung secara daring. Nah, di level Berbagi ini, maka sudah seharusnya kami membagikan hal-hal yang kami tahu kepada para Guru SMKN 5 Lhokseumawe.
Berpijak dari judul artikel ini yaitu, membumikan Rumah Belajar, pada pada hari itu, saya punya peran untuk memperkenalkan apa saja yang terkait dengan Portal Rumah Belajar. Tak terkecuali Fitur-fitur Utama bahkan pendukung yang dimiliki oleh Rumah Belajar. Seperti apa itu Sumber Belajar, Kelas Maya, Bank Soal, Laboratoruin Maya serta TV edukasi, Edu Game dan lain sebagainya. Pada kesempatan itu juga, saya memandu para guru untuk mendaftarkan diri agar memiliki akun di Rumah Belajar. Alhamdulillah, ada beberapa guru yang berhasil dan tidak bisa dipungkiri juga, kendala jaringan internet menjadi penghalang untuk beberapa guru lainnya. Namun, mereka akan terus mengeksplor Rumah Belajar di setiap kesempatannya, akan tidak penasaran.
Melalui kegiatan ini, para guru semakin mengetahui bahwa ternyata di dunia pendidikan Indonesia, kita memiliki wadah untuk melejitkan potensi TIK kita. Mereka juga semakin ingin mempelajari bagaimana peran Rumah Belajar dalam PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) melalui Kelas Maya di tengah kondisi saat ini. Bersyukur, dengan adanya Kouta Internet Pendidikan dari Kemendikbud, para guru dan siswa akan lebih bersemangat lagi untuk mengakses Portal Rumah Belajar. Pengenalan terhadap Video Pembelajaran yang terdapat di Rumah Belajar, telah membuka cakrawala berpikir para guru guna mengetahui lebih lanjut seperti apa sih PembaTIK ini, serta menstimulus mereka untuk bisa berkreasi dengan beragam fasilitas yang terdapat di Rumah Belajar. Pemanfaatan Rumah Belajar akan menjadi prioritas para guru setelah mengetahui manfaat Rumah Belajar ini.
Tentunya besar harapan kami selaku SRB 2020 kepada para guru untuk selalu mengembangkan kompetensi profesionalnya melalui wadah Portal Rumah Belajar. Saya meninggalkan jejak saya saat membumikan Rumah Belajar ini dengan membagikan pin kepada para guru di sini, tentunya agar Rumah Belajar selalu di hati.
Oya, sepertinya tidak ada salahnya untuk saya meng-up date kegiatan saya selama menjadi SRB 2020 ini kan ? Siapa tahu akan menjadi kenangan kelak, ketika saya terpilih jadi DRB 2020. Amiiinn. Ayo dong diaminkan. Insyaallah.
Sambutan dan sharing oleh DRB Aceh 2019, Ibu Irayuni Sari, S.Pd |



















Kegiatan berbagi ilmu Tik dalam pembelajaran sangat bermanfaat bagi guru
BalasHapusTerimakasih, semoga semakin mendunia dan memberi pengaruh terhadap generasi milenial yabg sdg, kita didik.
HapusGanbatte ne.. 👍🙂
BalasHapusBAGUS MISS 😊
BalasHapus