Konferensi Video sebagai salah satu solusi Pembelajaran Masa Kini. (Refleksi Modul 16)

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Sejahtera untuk kita semua.

Sahabat semua, pendayagunaan TIK dewasa ini telah sangat familiar dikalangan para praktisi pendidikan. Lembaga atau instansi,  komunitas guru bahkan ruang-ruang kelas telah akrab dengan salah satu teknologi komunikasi digital ini, yaitu aplikasi Konferensi Video. Konferensi Video hadir  ketika kontak fisik kita dibatasi oleh tempat dan waktu. Konferensi Video merupakan alternatif yang menghadirkan pembicara dan audience untuk dapat berkomunikasi secara langsung melalui dunia maya. 

Menghabiskan waktu disela-sela masa Pandemi Covid-19 ini dengan berbagai kegiatan secara daring, salah satunya telah memperkenalkan saya untuk menghadiri berbagai kegiatan via Konferensi Video atau Vicon (Video Conference). Beragam seminar maupun pelatihan saya coba ikuti secara Vicon guna menambah wasasan saya terkait profesi dan kompetansi lainnya serta melatih kemampuan saya terkait pengoperasian IT. Bergabung dalam suatu komunitas Webinar (Web Seminar ) tersebut tentunya sangat mengasikkan. Saya dapat bertemu dengan para narasumber hebat dalam satu room meeting dengan menggunakan berbagai aplikasi Vicon tersebut. Berada satu frekuensi dengan Bapak Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia membuktikan bahwa konferensi video tersebut dapat menembus segala ruang, batas dan waktu. Mimpi rasanya dapat bertemu dengan beliau secara langsung. Namun konferensi video hadir sebagai salah satu bentuk komunikasi yang menggabungkan dua lokasi yang berbeda (point-to point) bahkan multi-point  (beberapa lokasi yang berbeda. Selama mengikuti PembaTIK Level 4 : Berbagi ini. Saya berkesempatan untuk bertemu secara tatap maya dan mendapatkan pengarahan dari beberapa narasumber hebat dari Pusdatin Kemendikbud (Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) seperti Ibu Yeni Husnaini, Bapak Anas Sabayan, Ibu Indah Sekarloka serta beberapa lainnya. Konferensi Video juga memudahkan komunikasi saya dalam berbagai kegiatan. Seperti menghadirkan pejabat penting Pusdatin, Bapak Gogot Suharwoto, Ph.D selaku PTP Utama Pusdatin Kemendikbud, Kepala Dinas Pemdidikan Aceh, Bapak Rachmat Fitri, Kepala LPMP Aceh, Bapak Muslihuddin juga para Duta Rumah Belajar dan Sahabat Rumah Belajar dari bebagai Provinsi serta narasumber hebat lainnya. 

Sebagai seorang guru, saya mencoba menghadirkan ruang kelas daring saya melalui konferensi video untuk anak didik saya. Aktifitas belajar sinkronus E-learning ini merupakan hal yang sangat baru bagi kami di sekolah. Mengahadirkan "ruang kelas" bagi anak didik di tengah mewabahnya virus Corona ini. Beberapa manfaat yang dalam konferensi video ini adalah  penyampaian materi secara langsung dan dapat di integrasikan dengan inovasi pembelajaran lainnya. Suasana yang interaktif, sehingga two ways communication dapat terbangun dengan baik meskipun di dunia maya. Melakukan evaluasi serta penilaian saat itu juga. Melatih kita untuk menjadi "conten creator" bagi anak didik agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik, tidak bosan dan partisipatif. 

Diantara beberapa kendala Vicon, belum semua para peserta didik mendapat kesempatan memiliki HP Android, kouta internet yang terbatas, akses internet yang belum menyeluruh serta ketidakmampuan peserta didik untuk beradaptasi dengan kenormalan baru dalam kegiatan belajar saat ini.

Rencana saya kedepan terkait pembelajaran  melalui konferensi video akan terus saya lakukan dengan intensitas yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan jangan sampai memberatkannya. Bagi para peserta didik yang tidak memiliki HP Android, maka akan saya minta dia datang ke sekolah untuk mengambil materi pelajaran. Jika memungkinkan, dengan masih memperhatikan protokol kesehatan, saya meminta peserta didik tersebut untuk join dengan temannya yang paling berdekatan tempat tinggalnya. 

Harapan saya, dengan akrabnya peserta didik akan Vicon, akan melatih juga potensi mereka untuk dapat tampil berbicara di depan umum. Dengan "meletek" nya atau melek teknologi oleh para peserta didik dan para guru maka akan terbangun suatu peradaban baru. Perkembangan pembelajaran berbasis TIK di dunia pendidikan yang sedang naik daun dan menjamur ini, harus mampu meng-cover semua lini satuan pendidikan. Melalui konferensi video, pembelajaran akan berjalan dengan baik dan solutif sebagai salah satu media pembelajaran jarak jauh masa kini. Tentunya, kegiatan belajar mengajar via vicon ini akan memudahkan saya untuk menghadirkan narasumber yang berkompeten dan amanah di dalam ruang kelas saya, atas  izin dari pihak sekolah.  Hal ini akan menambah semangat peserta didik dalam belajar, tidak monoton, menambah pengetahuan serta membangun sebuah hubungan baru dengan orang baru. Bukankah tidak menutup kemungkinan jika sesekali ruang kelas via konferensi video ini kan di sambangi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pihak Pusdatin Kemendikbud, para birokrat pendidikan, orang-orang hebat yang menginspirasi atau bahkan Kepala Negara sekalipun. 

Kehadiran Rumah Belajar mampu memberikan angin segar bagi pendidikan Indonesia saat ini. Konferensi video akan selalu dapat kita link and match kan dengan  Portal Rumah Belajar. Terimakasih kita ucapkan kepada Almarhum Bapak Hendriawan Widiatmoko atas segala jasanya terkait pembelajaran berbasi TIK ini. 

Rumah Belajar, belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.


Berikut ini contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan mengintegrasikan konferensi video dalam suatu kegiatan belajar.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Satuan Pendidikan   : SMKN 5 Lhokseumawe

Mata Pelajaran         : Bahasa Inggris (Wajib)

Kelas /Semester         : XI/Ganjil

Tahun Ajaran            : 2020/2021

Materi Pokok            : Suggestion and Offering

Alokasi Waktu          : 4 Minggu x 3  JP @45 Menit

 

A.    Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan model Discovery Learning dan pendekatan saintifik yang menuntun peserta didik untuk mengamati (membaca) permasalahan, menuliskan penyelesaian dan mempresentasikan hasilnya. Selama dan setelah mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat, mengidentifikasi apa yang ditawarkan, mengidentifikasi apa saran, membedakan antara tawaran dan saran,menjelaskan penggunaan ditawarkan dan menjelaskan penggunaan sugesti dengan rasa rasa ingin tahu, tanggung jawab, displin selama proses pembelajaran, bersikap jujur, santun, percaya diri dan pantang menyerah, serta memiliki sikap responsif (berpikir kritis) dan pro-aktif (kreatif), serta mampu berkomukasi dan bekerjasama dengan baik.

B.    Materi Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan ( 10 Menit )

·       Guru mengucapkan salam, berdo’a, cek kehadiran, dan lanjut ke apersepsi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, cakupan materi, langkah pembelajaran dan tehnik penilaian.

Kegiatan Inti ( @ 25 menit )

·       Menayangkan video tentang suggestion and offering dari Sumber Belajar Rumah Belajar

·       Siswa mengidentifikasi ungkapan saran berdasarkan Video tersebut

·       Siswa mendapat penjelasan terkait ungkapan saran dan tawaran yang belum dipahami

·       Guru mengadakan video konferensi dengan salah satu narasumber

·       Siswa dan Guru mendapatkan penjelasan terkait materi yang di sampaikan oleh narasumber

·       Siswa melakukan interaksi dengan narasumber dan mengikuti petunjuk dari narasumber terkait pembelajaran

·       Siswa mempraktekkan secara langsung sebuah tayangan dialog yang diberikan oleh narasumber,

·       Narasumber mengoreksi hasil presentasi siswa

·       Siswa secara menyusun sebuah dialog singkat terkait materi

·       Selesai video konferensi dengan narasumber, Guru dan siswa melanjutkan pembelajaran terkait dengan penilaian lanjutan

Kegiatan Penutup ( 10 menit )

·       Membuat simpulan, refleksi, umpan balik, penugasan  pesan moral dan menyampaikan informasi tentang kegiatan pembelajaran yang akan datang dan berdoa.

C. Penilaian

·       Teknik Penilaian (Sikap spiritual dan sosial dan pengetahuan dan keterampilan).

·       Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

    


 
                           

 Rumah Belajar, Belajar dimana saja, Kapan saja, Dengan siapa saja.

 

Komentar